Slideshow image



PROFIL PERGURUAN ISLAM AL-FAJAR, YAYASAN DARUL FAJAR

•  PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan sarana strategis dalam meningkatkan harkat dan martabat serta kualitas sember daya manusia suatu bangsa. Oleh karenanya Undang-undang Dasar 1945 menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan dan pegajaran. Untuk melaksanakan amanat UUD 1945 tersebut, perundang-undangan, peraturan dan ketentuan lainnya telah dikeluarkan untuk mengatur penyelenggaraan pendidikan.  

Dalam mengembangkan sarana pendidikan, khususnya jalur pendidikan formal, perlu diperhatikan jenis dan jenjang pendidikan sekolah yang dapat memenuhi hasrat dan kebutuhan masyarakat, terutama dilingkungan sekolah dan sekitarnya. Jenis pendidikan yang dapat beradaptasi masa kini dan yang akan datang.  

Dewasa ini selain sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah cq. Departemen Pendidikan Nasional, masyarakat atau swasta telah banyak pula menyelenggarakan berbagai sekolah, yang kesemuanya bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia .  

Sesuai dengan maksud dan tujuan pendirian Yayasan Darul Fajar adalah untuk ikut berperan aktif mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena ajaran Islam mengharuskan memberikan bekal pendidikan kepada anak-anak yang berorientasi masa depan ( “alimu sibyanakum fainnahum ya'isyauna fi zamanin ghaira zamanikum haza” ) , agar anak-anak itu kemudian menjadi generasi handal yang tangguh dalam semua aspek kehidupan (Lihat Surat Al-Maidah [4] : 9).

B. PERGURUAN ISLAM AL-FAJAR – YAYASAN DARUL FAJAR

•  Sejarah Perguruan Islam Al-Fajar

Perguruan Islam Al-Fajar – Yayasan Darul Fajar yang berbadan hukum terletak di Jl. Swatantra V No. 1 Villa Nusa Indah Raya Jatiasih Kota Bekasi, diatas areal 2,3 ha, berdiri sejak tanggal 26 Desember 1994 dengan Akta Nomor : 64/1964 dibuat dihadapan ABDULLAH ASHAL, SH Notaris di Jakarta.

Perguruan Islam Al-Fajar, didirikan atas cita-cita luhur Bapak H. ABDULLAH MAKY, yang seorang Ustadz dan juga seorang Purnawirawan TNI AD berdinas terakhir di Pusbintal MABES TNI Cilangkap Jakarta Timur, dengan pangkat Mayor C.A.J. semasa aktif di TNI AD Bapak Mayor C.A.J Abdullah Maky sempat mengalami beberapa pergantian Panglima TNI diantaranya ; Bapak Jenderal TNI Try Sutrisno, Jenderal TNI Edi Sudrajat, Jenderal TNI Feisal Tanjung, Jenderal TNI Wiranto, dan Laksamana Widodo AS.

Kekhususan dengan Bapak Jenderal Try Sutrisno sebelum Bapak H. Abdullah Maky pensiun, ia sempat berkonsultasi dengan Bapak Try Sutrisno yang ketika itu Wakil Presiden Republik Indonesia. “ Saya sudah lama ikut Bapak dari tahun 1982 sampai sekarang. Lalu rencana kamu mau apa? Saya bilang saya mau mengelola pesantren kecil-kecilan sesuai dengan latar belakang saya yang sedari kecil bersekolah di pesantren tradisional di kampung halaman, dan sampai saat ini ilmu Al-Qur'an khususnya belum maksimal saya amalkan buat masyarakat, baru sedikit itupun hanya dikalangan TNI, saya ingin kembali ke masyarakat untuk ngajar mengaji ” ujar alumni Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an Jakarta ini, dalam perbincangannya bersama Bapak Try Sutrisno ketika itu. Keinginan Bapak Abdullah Maky disambut baik oleh Bapak Try Sutrisno yang dikagumi dan sudah dianggap seperti orang tua sendiri.

Mulailah Bapak H. Abdullah Maky mencari lahan untuk mewujudkan impiannya tersebut, dan proses pencarian lahan berhasil ditemukan, lahan seluas 2,3 ha di kecamatan Jatiasih Kota Bekasi milik Bapak Brigjen Sutopo menjadi pilihan. Hasil temuan lahan ini dilaporkan dengan Bapak Jenderal Try Sutrisno dan langsung direspon positif kemudian dibicarakan dengan putra kelimanya yang bernama H. Isfan Fajar Satryo pengusaha muda yang cukup berhasil kala itu dan bersedia membayar lunas tanah seluas 2,5 ha tersebut sebagai hibah. Maka pada tahun 1994 berdirilah sebuah Yayasan dengan Dewan Pendiri Bapak K.H. Abdullah Maky sebagai Anggota, dan untuk menghormati Bapak H. Isfan Fajar Satryo yang telah cukup banyak membantu pendanaan untuk membeli lahan dan gedung pertamanya, maka diangkat menjadi Ketua Dewan Pendiri merangkap Anggota dan Yayasannya dinamai Yayasan Darul Fajar.

Dalam perjalannya karena tuntutan dan kebutuhan masyarakat di sekitar Jatiasih Bekasi dan perumahan Villa Nusa Indah Gunung Putri Bogor, pola pendidikan yang semula akan berbentuk pesantren menjadi Sekolah Umum Swasta Islam. Pelaksanaan pendidikan di Yayasan Darul Fajar dimulai tahun 1997, dari tingkat Taman Kanak-kanak bernama TK Islam Darul Fajar yang dirintis oleh Ibu Dra. Hj. Nurul Hidayah istri Bapak H. Abdullah Maky yang waktu itu juga diangkat sebagai Bendahara Umum Yayasan Darul Fajar.

Proses Belajar Mengajar Taman Kanak-kanak mulanya dilaksanakan di Aula Serbaguna Masjid Siti Rawani yang tanah dan Masjid megahnya merupakan Wakaf penuh dari Bapak Jenderal TNI Feisal Tanjung, atas permintaan khusus Bapak H. Abdullah Maky sewaktu Beliau menjabat Panglima TNI.

Setelah Bapak H. Abdullah Maky pensiun pada tahun 2000, untuk lebih optimal pengelolaan pendidikan di Yayasan Darul Fajar dibentuk Perguruan Islam Al-Fajar sebagai penanggung jawab pelaksanaan program pendidikan. Bapak H. Abdullah Maky sebagai Anggota Dewan Pendiri dan juga sekaligus Direktur Perguruan Islam Al-Fajar. Kemudian jenjang pendidikan di Perguruan Islam Al-Fajar berkembang menjadi mulai dari jenjang Play Group dan Taman Kanak-kanak Islam Al-Fajar, Sekolah Dasar Islam Al-Fajar dan Sekolah Menengah Pertama Islam Al-Fajar.

Sekolah-sekolah tersebut merupakan sekolah nasional Islam yang menerapkan kurikulum dari Departemen Penddikan Nasional RI (Depdiknas) dan Departemen Agama RI dengan melakukan pengembangan serta penambahan sesuai dengan cirikhas dan nuansa Sekolah Islam Al-Fajar.

II. Karakteristik Pendidikan di Perguruan Islam Al-Fajar

Sebagai sekolah Islam, penyelenggaraan pendidikan berlandaskan kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah dan pelaksanaan penyelenggaraan sekolah dengan memperhatikan pedoman-pedoman sebagai berikut :

•  Penjiwaan agama Islam, yaitu mengintegrasikan nilai Islam pada setiap proses pendidikan disekolah, baik melalui pembelajaran di kelas melalui kurikulum nasional dan lokal maupun diluar kelas misalnya keteladanan guru dan seluruh tenaga kependidikan lainnya.

•  Kultur sekolah (school culture), yaitu membiasakan peserta didiik untuk mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, seprti hidup bersih, disiplin, mengucapkan salam setiap kali berjumpa dengan sesama muslim atau ketika masuk ruangan, mengucapkan terima kasih apabila menerima pertolongan dan berdo'a dalam berbagai kegiatan sehari-hari dan lai-lain.

•  Iklim sekolah (school climate), yaitu mengedepankan suasana ke-Islaman dalam kehidupan bersama di sekolah seperti tenggang rasa, prihatin dengan penderitaan orang lain, kerjasama dalam berbagai kegiatan sehingga merasa dalam satu bagian keluarga besar.

•  Pendekatan targib (cinta kasih), yaitu berupaya mendahulukan ganjaran (reward) daripada hukuman (punishment) sebagaimana Allah mendahulukan rahmat daripada murkanya-Nya (Inna rahmati sbaqat ghadabi) .

•  Bersifat sentrifugal, pendidikan dimulai dari hal-hal yang bersifat substansial kemudian meluas disesuaikan dengan perkembangan usia peserta didik. Untuk menjaga agar apa yang diberikan itu tetap dikuasai oleh peserta didik maka diupayakan berkelanjutan melalui Syarat Kecakapan Umum (SKU) Bidang Keagamaan.

•  Mengupayakan redenisi terhadap pembelajaran agama yang bisa diterima (transferable) oleh peserta didik dan dapat menyentuh qalbu sesuai dengan tujuan beragama itu.

•  Dalam mengajarkan masalah khilafiah diupayakan hanya berpegang pada Al-Qur'an dan As-Sunnah serta menganut sistem Ahlussunnah Wal Jama'ah.

•  Keteladan personal melalui tindakan nyata (da'wah bil hal) , yaitu berupaya memberi contoh kongkrit kepada peserta didik melalui perilaku nyata dari guru dan karyawan non guru yang terlibat tentang ajaran Islam secara sederhana, seperti cara berpakaian, cara bergaul, cara makan, cara menghargai tamu, cara menghormati orang tua atau yang lebih tua dan lain sebagainya.

•  Pelatihan ibadah dan muamalat kepada peserta didik secara langsung melalui praktek ibadah dan muamalat, misalnya ; shalat berjamaah di masjid sebagai Laboratorium Agama, Amaliah Ramadhan, Bhakti Sosial, Khitanan Massal, Berqurban dan lain sebagainya.

•  Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan di Perguruan Islam Al-Fajar adalah membentuk intelektual muslim yang berkepribadian Islami, Cerdas, Kreatif dan berwawasan internasional.

Perguruan Islam Al-Fajar dikelola secara profesional, terbuka, transparan, dan demokratis. Perguruan ini akan membuka diri untuk melibatkan berbagai pihak sebagai stake holders guna mewujudkan visi, misi dan tujuan Perguruan Islam Al-Fajar.



 
 

                                     SEJARAH      |      VISI MISI     |     KURIKULUM     |       MANAGEMENT   |   GALLERY


Copyright © 2009 alfajarbekasi.com powered by : www.nanangkristanto.com