Slideshow image

PANITIA PSB SEKOLAH
PG/TK/SD/SMP
Islam AL-FAJAR
Jl. Swatantra V No. 1 Villa Nusa Indah Raya Jatiasih KOTA BEKASI 
Telp. (021) 82400634, 82401310, 8271138
Fax. (021) 8271138 

info@alfajarbekasi.com


KARAKTERISTIK PENDIDIKAN

Sebagai sekolah Islam, penyelenggaraan pendidikan Perguruan Islam Al-Fajar berlandaskan kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah dan pelaksanaan penyelenggaraan sekolah dengan memperhatikan pedoman-pedoman sebagai berikut :

  • Penjiwaan agama Islam (Spritualisasi Pendidikan), yaitu menginternalisasikan nilai-nilai Islam pada setiap proses pendidikan di sekolah, baik melalui pembelajaran di kelas melalui kurikulum nasional dan muatan lokal, maupun di luar kelas misalnya keteladanan personal dari guru.

  • Kultur sekolah (School Culture), yaitu membiasakan peserta didik untuk mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, seperti cara berpakaian, hidup bersih, mengucapkan salam setiap pertama kali berjumpa dengan sesama muslim atau ketika memasuki ruangan, berdoa dalam berbagai kegiatan sehari-hari, dan lain-lain.

  • Iklim sekolah (School Climate), yaitu mengedepankan suasana keislaman dalam kehidupan bersama di sekolah seperti tenggang rasa, prihatin akan penderitaan orang lain, kerjasama dalam kebaikan, dan sebagainya, sehingga terasa berada dalam kebersamaan keluarga besar.

  • Pendekatan targhib(cinta kasih), yaitu berupaya mendahulukan ganjaran (reward) daripada hukuman (punishment) sebagaimana Allah mendahulukan rahmat daripada murka-Nya (Inna rahmati sabaqat gadabi).

  • Bersifat sentrifugal, yaitu pendidikan dimulai dari hal-hal yang bersifat substansial kemudian meluas disesuaikan dengan perkembangan usia peserta didik.

  • Mengupayakan redefinisi terhadap pengajaran agama yang bisa diterima (transferable) oleh peserta didik dan dapat menyentuh qalbu sesuai dengan tujuan beragama.

  • Dalam mengajarkan masalah khilafiah diupayakan untuk hanya berpegang kepada Al-Quran dan As-Sunnah serta memberikan wawasan kepada peserta didik tentang kemungkinan berbeda sepanjang masing-masing mempunyai dalil dari kedua sumber tadi.

  • Keteladanan personal, melalui tindakan nyata (da’wah bil hal), yaitu berupa upaya pemberian contoh konkrit kepada peserta didik melalui perilaku nyata dari guru tentang pelaksanaan ajaran Islam secara sederhana, seperti cara makan, berbicara, bergaul dan sebagainya.

Pelatihan ibadah dan muamalat kepada peserta didik secara langsung melalui praktek ibadah dan muamalat, misalnya salat berjamaah, berinfaq dan berzakat, serta membagikan kepada mustahiq, latihan amaliah Ramadhan, bakti sosial, dan sebagainya.

CIRI KHAS PENDIDIKAN

  • Penguasaan iptek dengan sistem pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum pemerintah dan kebutuhan penguasaan teknologi setiap jenjang pendidikan.
  • Integrasi nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan dalam setiap aspek dan proses belajar mengajar.
  • Penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam proses belajar mengajar (Bilingual program) .
  • Mampu membaca dan khatam Al-Qur'an dengan benar, dan mampu menjadi imam bagi pria.
  • Bimbingan dan pelatihan yang mengarah kepada kemandirian, tanggung jawab pada tugas (task commitment), kemampuan memecahkan masalah secara kreatif (creative problem solving) sesuai jenjang pendidikan.
  • Melatih mental juara dan menjunjung tinggi jiwa sportifitas dengan mengembangkan semua jenis bidang olah raga dan kesehatan.

     

STRATEGI PEMBELAJARAN

Proses pembelajaran dilaksanakan secara integral, diarahkan pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teklnologi yang didasari jiwa keagamaan (ketakwaan), dengan cara :

  • Menerapkan pembelajaran terintegrasi antara pelajaran umum dengan agama untuk mendapatkan ruh yang Islami dan mengaitkan perkembangan teknologi dengan mata pelajaran agama.
  • Memberikan program pengayaan baik dalam proses pembelajaran maupun di luar jam belajar dalam meningkatkan kemampuan tiap individu yang memiliki kelebihan secara optimal.
  • Memberikan program remedial bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar, baik pada saat jam belajar maupun  di luar jam belajar.
  • Menekankan pada proses pembelajaran yang bersifat eksplorasi, artinya meminta siswa untuk mencari dan menggali materi yang esensial pada setiap mata pelajaran dengan menghubungkannya pada kemanfaatan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Penilaian selama proses pembelajaran lebih ditekankan berdasarkan sifat-sifat setiap kompetensi yang ada pada mata pelajaran dan mengacu pada tiga ranah besar ; kognitif, psikomotor, dan afektif (Taxonomi Bloom).
  • Menerapkan dan mengembangkan 8 kecerdasan majemuk dalam setiap proses pembelajaran dengan mengaplikasikan berbagai metode dan menggunakan media yang tepat untuk mendapatkan hasil yang optimal.

 

KULTUR SEKOLAH

Sebagai lembaga formal yang bernaung di bawah Kemendikbud, kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum Nasional yang berlaku saat ini yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Selain itu sebagai sekolah Islam maka Kurikulum Agama menjadi bagian yang terpenting dari proses pembelajaran dan menjadi program unggulan, disusun secara terpisah dengan mengacu dan meramu beberapa model kurikulum agama baik dari Kemendikbud, Kemenag dan Pesantren Modern yang ada di Indonesia sehingga menjadi KURIKULUM AGAMA KHAS AL-FAJAR.

Namun demikian kedua Kurikulum tersebut belum cukup untuk memberi pengaruh dalam pengamalan agama peserta didik dalam kehidupannya sehari-hari. Harus ada upaya-upaya tambahan yang senantiasa memberikan penekanan pada pengalaman sehari-hari agar menjadi pola hidup peserta didik. Mulai dari akademik sampai dengan upaya-upaya khas Al-Fajar untuk mengembangkan generasi yang mempunyai keseimbangan dunia dan ukhrowi.
Diperlukan kiat-kiat khusus yang merupakan hidden kurikulum, tidak tercantum dalam kurikulum tetapi merupakan bagian dari pola pendidikan di Al-Fajar. Yaitu pembiasaan kehidupan Islami melalui Kultur Sekolah dalam kehidupan sehari-hari.

Penerapan kultur sekolah di Perguruan Islam Al-Fajar dikembangkan melalui 3 aspek : yaitu teologis, ubudiah, dan akhlak

1)   Aspek Teologi (ketauhidan)
Misalnya bagaimana peserta didik berikrar setiap pagi sebelum masuk kelas. Mengikrarkan syahadatain, keteguhan keyakinan kepada Islam, kepatuhan kepada hukum-hukum Al-Quran, serta semangat untuk menambah ilmu. Dengan ikrar diharapkan apa yang dikerjakan dan apa yang diperoleh senantiasa dalam bingkai menegakkan kalimat “La ilaha illallah”

2)   Aspek Ubudiah (ibadah)
Baik ibadah murni (mahdah) maupun ibadah sosial, peserta didik dibudayakan melaksanakan :

  1. Tadarus sebelum memulai pelajaran (Target kelas V SD sudah khatam Al-Qur’an, Hafal Juz Amma untuk SMP)
  2. Salat Zuhur/Ashar berjamaah
  3. Shalat Dhuha berjamaah
  4. Menghafal surat-surat Juz Amma
  5. Bhakti Sosial/Zakat/Infaq/Sodaqoh
  6. Latihan berqurban, dll.

3)  Aspek Akhlak
Aspek moral etik Islami meliputi akhlak kepada Allah, akhlak terhadap sesama, akhlak terhadap diri sendiri menjadi rangkaian yang menyatu dalam kehidupan sehari-hari. Semuanya menjadi bagian kehidupan sehari-hari yang tidak dibuat-buat (menjadi kebiasaan yang baik).          

Contoh : Ketika pertama berjumpa dibudayakan mengucapkan salam, membaca doa-doa setiap kegiatan tertentu, berpakaian rapi, disiplin diri, belajar tekun, menghormati orangtua, menyayangi yang muda, memiliki empati akan penderitaan orang lain dan siap membantu, dsb.

 
 

VISI, MISI, MOTTO     |     PROFIL     |  SISTEM PENDIDIKAN   |   GALERI

Copyright © 2009 alfajarbekasi.com powered by : www.nanangkristanto.com